Photobucket ads iklan iklan iklan iklan

Selasa, 02 November 2010

Petruk Gunung Merapi

Bagi masyarakat yang tinggal di lereng Merapi, berbicara tentang gunung Merapi tak lepas dari segala mitos dan cerita misterinya. Mereka meyakini gunung yang berada di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta itu dikuasai oleh sosok gaib, Mbah Petruk.

Suswanto, lelaki berusia 43 tahun warga Dusun Sudimoro Desa Pucanganom Kecamatan Srumbung Magelang, mengabadikan awan berbentuk mirip sosok Petruk dalam cerita Pewayangan di atas gunung Merapi sebelum meletus dalam jepretan kamera. “Awalnya saya hanya iseng memotret,” kata dia, Senin (1/11) siang. Dalam salinan gambar yang ditunjukan Suswanto, awan mirip petruk itu berada tepat di atas puncak Merapi. Berhidung panjang dengan kuncir rambut di belakang kepala melengkung ke atas. Sosoknya menghadap ke arah selatan. “Ke arah Yogyakarta,” kata dia.

Gambar itu diambil pada Selasa (26/10) pagi atau sehari sebelum Merapi meletus pada petangnya. Dia menambahkan, gambar itu diambil dari depan rumahnya atau sekitar 13 kilometer dari puncak Merapi.

Menurut dia, sejumlah warga yang melihat hasilnya meyakiki itu adalah sosok Mbah Petruk, sang penunggu Merapi. Mereka menduga kehadirannya memperlihatkan diri sebagai pertanda bencana besar di Merapi.

Mbah Diwur (54), warga Desa Dusun Gaten Desa Ketunggeng Kecamatan Srumbung meyakini gambar awan itu adalah sebuah peringatan bagi warga sekitar Merapi. “Dia menghadap selatan, lihat saja sekarang yang para kan Jogja,” kata dia.

Dia membenarkan, adanya keyakinan sosok Mbah Petruk sebagai penguasa Merapi yang berkembang di masyarakat. “Dia bersemayam di dalam kawah Merapi,” kata dia.

Menurut Sugihartono (40), seorang warga Desa Pucanganom Kecamatan Srumbung, kepercayaan tentang adanya sosok mbah Petruk di gunung Merapi itu tak bisa lepas dari sejarah peralihan Hindu Majapahit dan Islam Demak.

Oleh masyarakat sekitar Merapi, kata dia, Mbah Petruk itu diyakini sebagai sosok Sabdo Palon Nolo Genggong, seorang penasehat raja Majapahit Brawijaya V. Di akhir kejayaan Majapahit karena masuknya pengaruh Islam di Demak, Brawijaya memilih berdiam di gunung Lawu yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Dia disia-sia,” katanya.

Karena sang Raja telah tersingkirkan maka Sabdo Palon pun memilih mengikuti jejak sang raja. Namun, dia memilih gunung Merapi sebagai tempat tinggalnya.Sebagai balasan terhadap lawan-lawan yang berkuasa, dia mengangkat sumpah. Kelak akan menagih janji penguasa negeri tentang amanahnya mensejahterakan rakyat.

Letusan Merapi, kata dia, bagi masyarakat yang masih memegang teguh legenda itu dipercaya sebagai peringatan bahwa penguasa negeri ini lalai menjalankan amanah rakyat. “Si Mbah marah dan menagih janji penguasa,” kata dia.
Photobucket

Read More......

Tiga Hari Bocah 13 Tahun Diperkosa Temannya

Tragis menimpa, sebut saja Bunga (13), warga Desa Ngrukem, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo. selama tiga hari berturut-turut, korban diperkosa oleh temannya sendiri di sebuah rumah kosong desa setempat.

Diduga perbuatan bejat yang dilakukan SP (14) yang masih duduk di bangku SMP, dikarenakan sering menonton film porno.Terbongkarnya perbuatan bejat yang dilakukan tersangka warga Desa Tugu, Kecamatan Mlarak, bermula dari kecurigaan orangtua Bunga. Pasalnya, selama tiga hari, mulai Senin (18/10/2010) - Rabu (20/10/2010) malam, korban tidak pulang ke rumah.

Setelah Bunga kembali ke rumah, kemudian kedua orangtuanya bertanya kenapa hingga tiga hari tidak pulang. Dengan polos, Bunga mengaku diajak SP untuk melayani nafsu bejat tersangka di sebuah rumah kosong di desa setempat.

Bak disambar petir di siang hari, mendengar pengakuan anaknya, orangtua korban tidak terima dan langsung melaporkan kejadian itu ke polisi.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Nyoto, mengatakan, berdasarkan laporan orangtua korban, petugas menangkap SP di rumahnya tanpa perlawanan. Tersangka, kata AKP Nyoto, sudah melakukan perbuatan bejat pada korban selama tiga berturut-turut.

“Tersangka bakal kita jerat dengan pasal 287 KUHP dan 332 KUHP tentang pencabulan dan pemerkosaan. Kondisi korban dan kedua orangtuanya masih shock berat,” terangnya, Kamis (21/10/2010).

Di hadapan penyidik, tersangka, mengaku jika perbuatan yang dilakukan pada korban selama tiga hari berturut-turut, atas dasar suka sama suka.
Photobucket

Read More......